Banjir Vietnam Telah Merenggut 111 Nyawa, 22 Masih Hilang

Korban banjir Vietnam (CNA)

Indonesiainside.id, Hanoi–Banjir, tanah longsor dan bencana alam lainnya yang melanda Vietnam telah merenggut 111 nyawa. Sementara 22 lainnya masih hilang hingga kemarin, kantor berita Xinhua melaporkan.

Jumlah korban terbesar dilaporkan di provinsi Quang Tri, Thua Thien-Hue dan Quang Nam, menurut Komite Pengarah Pengendalian dan Pencegahan Bencana Alam hari Rabu (21/10). Sebanyak 60 korban meninggal akibat longsor dan banjir dan jumlah korban diperkirakan akan meningkat seiring dengan terus berjalannya misi SAR.

Hingga pukul 17.00 waktu setempat kemarin, hampir 59.300 rumah tangga dengan sekitar 206.800 jiwa di wilayah Ha Tinh, Quang Binh dan Quang Tri telah dievakuasi.  Selain itu, sedikitnya 178.000 rumah dan hampir 7.000 hektar tanaman hancur, selain lebih dari 700.000 ternak mati akibat bencana alam kali ini.

Meskipun curah hujan menurun hari ini, risiko banjir bandang, tanah longsor dan banjir diproyeksikan akan terus mengancam beberapa daerah di Ha Tinh, Quang Binh dan Quang Nam, menurut otoritas cuaca nasional. Wakil Perdana Menteri Trinh Dinh Dung mengingatkan warga di lokasi bencana agar bersiap menghadapi kemungkinan badai Saudel yang diperkirakan akan melanda dalam beberapa hari.

Badai tropis Saudel, yang juga diperkirakan melanda Filipina, diperkirakan akan mengakibatkan banjir dan lebih banyak lagi tanah longsor, yang membuat pihak berwenang bersiap-siap untuk bantuan pascabencana.  Faktanya, efek awal seperti hujan lebat telah dimulai kemarin di Luzon, negara kepulauan utama di Filipina, yang telah menyaksikan tanah longsor menghalangi beberapa jalan utama.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here