Gelombang Kedua “Tsunami Infeksi” Covid-19 Terjang Eropa, Laju Penularan Bergerak Sangat Cepat

Foto aerial suasana sepi Place de l'Etoile dan the Arc de Triomphe di tengah karantina wilayah akibat merebaknya Covid-19 di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Pascal Rossignol/wsj.

Indonesiainside.id, Jakarta – Negara-negara Eropa mengambil tindakan antisipasi baru untuk membendung penyebaran virus korona karena meningkatnya kasus harian pada gelombang kedua.

Belgia terpukul parah oleh Covid-19, menurut data yang dirilis oleh otoritas kesehatan negara itu. Antara 9 dan 15 Oktober, rata-rata terdapat 7.876 infeksi baru sehari, meningkat 79 persen dari minggu sebelumnya.

Di negara berpenduduk 11,4 juta itu, jumlah kasus meningkat menjadi 222.253 sejak awal pandemi, sementara 10.413 orang telah meninggal dunia. Berbicara kepada penyiar Belgia RTL, Frank Vandenbroucke, menteri federal, mengatakan negara itu sedang menghadapi “tsunami infeksi”.

Karena peningkatan jumlah kasus, hasil tes Covid-19 datang lebih lambat dari biasanya dan rumah sakit menunda perawatan untuk pasien yang tak menderita Covid-19.

Negara tersebut mengambil beberapa tindakan tambahan untuk mengatasi infeksi. Mulai Senin kemarin, restoran, kafe, dan bar di seluruh Belgia akan ditutup selama sebulan.

Belgia juga memberlakukan jam malam dari tengah malam hingga 05:00 pagi dan setiap orang hanya dapat berinteraksi dekat dengan satu orang di luar keluarga. Jika memungkinkan orang-orang akan bekerja dari rumah.

Italia mencapai rekor baru

Jumlah kasus virus korona baru di Italia mencapai rekor baru pada Minggu, mencapai 11.705 dalam 24 jam, dan jumlah pasien yang dirawat dalam perawatan intensif terus meningkat.

Italia juga mencatat 69 kematian baru, sehingga jumlah keseluruhannya menjadi 36.543 jiwa. Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, pada Minggu mengumumkan langkah-langkah lebih lanjut yang bertujuan untuk menahan gelombang kedua penularan Covid-19 dan menghindari lockdown baru yang akan menghantam ekonomi dengan keras.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here