Warga Azerbaijan Mengaku Tidak Akan Mundur dari Agresi Armenia

Sebuah rumah penduduk yang hancur terkena serangan Armenia. Foto: Dailysabah

Indonesiainside.id, Jakarta – Penduduk kota kedua terbesar Azerbaijan, Ganja, telah menyuarakan tekad untuk tidak meninggalkan tanah mereka saat menghadapi agresi Armenia dan menggarisbawahi bahwa wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki harus dikembalikan ke Azerbaijan.

“Kami adalah orang-orang Ganja; kami tidak akan meninggalkan tanah air kami. Kami berjuang untuk tanah kami. Karabakh adalah tanah air kami, yang telah kami upayakan selama 30 tahun, ”kata Mushabe Alaaddinkizi, dilansir Dailysabah, Rabu(21/10).

Warga Azerbaijan yang tinggal di distrik Azerittifak di Ganja di mana 11 orang termasuk tiga anak kehilangan nyawa mereka selama serangan Armenia, mengatakan kepada Daily Sabah tentang situasi sulit yang mereka hadapi.

Wanita lain, Sergiye Dashdemirova, menyatakan bahwa dia bahkan tidak ingat bagaimana dia keluar dari reruntuhan.

“Tiga anak meninggal. Kami memiliki seorang anak yatim piatu berusia 1 bulan. Armenia telah menggusur nenek moyang kami dari tanah mereka di Yerevan; kemudian mereka sampai di provinsi Amasya dan ke Ganja dari sana. Mereka itu teroris, fasis, ”katanya sambil menunjuk Armenia menyerang rakyat Azerbaijan dari wilayah Azerbaijan. Dashdemirova, 68, telah tinggal di Ganja selama 45 tahun.

Sedikitnya 13 warga sipil, dua di antaranya anak-anak, tewas dan 45 terluka di Ganja oleh penembakan Armenia semalam pada 17 Oktober.

Di antara mereka yang kehilangan nyawa adalah dua gadis kecil, satu berusia 10 bulan dan yang lainnya berusia 1 tahun. Serangan itu terjadi hanya enam hari setelah sebuah rudal menghantam daerah pemukiman lain di kota dengan populasi lebih dari 300.000 orang, menewaskan 10 warga sipil.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here