Great Barrier Reef Terancam Hancur Akibat Tambang Batu Bara

warisan dunia Great Barrier Reef. Foto: travels.t

Indonesiainside.id, Jakarta – Peneliti memastikan proyek Infrastruktur Tambang dan Rel Kereta Api Carmichael akan melepaskan 60 juta ton CO2 per tahun selama 60 tahun proyek itu beroperasi, yang nantinya akan memicu kehancuran atau kerusakan hingga 10.230 kilometer persegi wilayah terumbu karang warisan dunia tersebut.

Hari ini dua wanita muda asal Queensland akan mengajukan dokumen ke pengadilan dan membawa pemerintah Australia ke persidangan dengan memberi bukti baru dari para ahli serta dasar hukum yang kuat untuk mencabut persetujuan atas tambang batu bara Carmichael milik perusahaan raksasa asal India, Adani Mining.

Mewakili kedua remaja Australia – Brooklyn O’Hearn (17) dari Townsville serta Claire Galvin, (19) dari kota Cairns – kuasa hukum dari Environmental Justice Australia mengatakan dalam tiga laporan ahli independen telah dibeberkan bukti baru yang cukup kuat bagi Menteri Lingkungan, Sussan Ley, agar menggunakan kekuasaannya untuk mencabut persetujuan lingkungan dari proyek tambang yang disetujui pada 2015 lalu tersebut. Hal itu dikarenakan adanya ancaman kerusakan masif yang akan dialami warisan dunia Great Barrier Reef, termasuk risiko perubahan iklim.

Melalui pengacara mereka, dua wanita muda ini telah memegang bukti independen dari pakar iklim dan ekonomi yang menemukan bahwa proyek tambang yang direncanakan akan meningkatkan emisi gas rumah kaca global dan memiliki dampak signifikan pada Great Barrier Reef, termasuk mempertaruhkan kehidupan alam situs warisan dunia tersebut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here