Azerbaijan Bebaskan 20 Desa, Turki: PM Armenia Tak Inginkan Solusi Diplomatik

Sebuah rumah penduduk yang hancur terkena serangan Armenia. Foto: Dailysabah

Indonesiainside.id, Jakarta – Tentara Azerbaijan kembali membebaskan 20 desa dan pemukiman baru dari pendudukan Armenia, ungkap presiden Azerbaijan pada Kamis.

“Tentara Azerbaijan membebaskan desa Mollaveli, Yuxari Refiddinli dan Ashagi Refiddinli di distrik Fuzuli dan desa Sirik, Shikhlar, Mestelibeyli dan Derzili di distrik Jabrayil. Hidup Tentara Azerbaijan! Karabakh adalah Azerbaijan! ” ujar Ilham Aliyev di Twitter.

Dalam postingan Twitter lainnya, Aliyev mengatakan tentaranya juga telah membebaskan desa Kollugishlag, Malatkeshin, Kend Zengilan, Genlik, Veligulubeyli, Garadere, Chopedere, Tatar, Tiri, Emirkhanli, Gargulu, Bartaz dan Dellekli, dan pemukiman Agbend di Zengilan.

“Perbatasan negara antara Azerbaijan dan Iran telah sepenuhnya diamankan melalui pembebasan Agbend,” tambah dia.

Sementara itu, Seorang pejabat Turki mengatakan pernyataan perdana menteri Armenia bahwa tak ada solusi diplomatik untuk Karabakh, menunjukkan niat dan sikap Armenia yang menginginkan perang.

Juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan di Twitter bahwa perdamaian dan stabilitas akan menghampiri Kaukasus Selatan hanya ketika Karabakh dibebaskan dari pendudukan.

“Ini menegaskan kembali Turki dan Azerbaijan berada di pihak yang benar; perdamaian dan stabilitas akan datang ke Kaukasus Selatan hanya ketika Karabakh dibebaskan dari pendudukan,” tutur Kalin.

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Hikmet Hajiyev, asisten presiden Azerbaijan, menanggapi pernyataan PM Armenia Pashinyan yang mengatakan bahwa konflik di wilayah Nagorno-Karabakh dan sekitarnya tidak dapat diselesaikan secara diplomatis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here