Donald Trump Diprediksi Memenangi Mayoritas Suara Elektoral

Presiden AS Donald Trump melepas maskernya. Foto: Indianxpress

Indonesiainside.id, Jakarta – CEO G.M. Hillman & Associates Gracia Hillman memperkirakan Donald Trump akan memenangi mayoritas suara elektoral dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini.

“Iya itu mungkin, Trump mendapatkan mayoritas atau hasil maksimal suara elektoral dalam pemilihan presiden Amerika Serikat tahun ini,” ujar Gracia Hillman dalam sesi wawancara kepada media di Jakarta, Kamis.

Namun, ia memperkirakan selisih suara elektoral antara Trump dan Biden sangat dekat.

Pemilihan presiden Amerika Serikat menerapkan sistem electoral college yang tersebar di 50 negara bagian.

Dengan sistem suara elektoral, calon presiden yang berhasil memenangkan suara mayoritas secara nasional (voting populer) tidak langsung menjadi pemenang.

Hal itu disebabkan kemenangan kandidat calon presiden ditentukan suara elektoral.

“Terkait sistem suara elektoral, kami tidak yakin akan mengubah sistem itu dalam Pilpres AS, karena menurut pendiri hal itu cara terbaik untuk memilih presiden,” ujar dia.

Pemilu 2016 adalah pengingat yang menguatkan bahwa kursi presiden AS dimenangkan atau dikalahkan di negara bagian dan bukan dalam pemilihan umum nasional.

Donald Trump kalah secara nasional dengan 2,9 juta suara (2,1 persen dari total suara) saat memenangkan mayoritas suara elektoral.

Terkait korelasi antara hasil debat dan elektabilitas masing-masing kandidat, Gracia Hillman mengatakan debat calon presiden dan wakil presiden ikut mempengaruhi elektabilitas para kandidat.

“Seberapa besar pengaruhnya itu tergantung seberapa jauh para kandidat mengatasi isu yang diajukan dalam sesi debat. Jadi tergantung kepada isu dan bagaimana para kandidat menanggapi isu itu,” kata Komisaris Komisi Bantuan Pemilu AS itu

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here