Ethiopia Geram Atas Pernyataan Donald Trump yang Menghasut Perang Gara-Gara Sungai Nil

Bendungan raksasa Ethiopia

Indonesiainside.id, Jakarta – Ethiopia geram kepada Presiden AS Donald Trump yang dinilai menghasut “perang” atas komentarnya terhadap bendungan raksasa Sungai Nil. Presiden AS itu menyatakan menentang proyek tersebut dan menyarankan Mesir untuk menghancurkannya.

Menteri Luar Negeri Gedu Andargachew memanggil duta besar AS Michael Raynor untuk mengklarifikasi komentar Trump, yang menandai langkah terbaru presiden AS tersebut ke dalam perselisihan yang rumit dan berkepanjangan antara Ethiopia dan tetangga hilirnya Mesir dan Sudan.

Gedu mengatakan kepada Raynor bahwa “hasutan perang antara Ethiopia dan Mesir oleh presiden AS, tidak mencerminkan kemitraan lama dan aliansi strategis antara Ethiopia dan Amerika Serikat, juga tidak dapat diterima dalam hukum internasional yang mengatur hubungan antarnegara,” kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan dilansir Hurriyet, Ahad(25/10).

Ethiopia menanggapi komentar Trump pada 23 Oktober selama upacara yang menandai kesepakatan normalisasi terobosan antara Israel dan Sudan.

“Ini situasi yang sangat berbahaya karena Mesir tidak akan bisa hidup seperti itu,” kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

“Mereka akhirnya akan meledakkan bendungan. Dan saya mengatakannya dan saya mengatakannya dengan keras dan jelas – mereka akan meledakkan bendungan itu. Dan mereka harus melakukan sesuatu,” kata Trump.

Juga pada 24 Oktober, kantor Perdana Menteri Abiy Ahmed mengeluarkan pernyataannya sendiri yang membela bendungan itu dan mencatat bahwa Ethiopia berkomitmen pada pembicaraan yang dipimpin Uni Afrika yang katanya telah membuat “kemajuan signifikan”.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here