Raja Malaysia Batalkan Rencana Pemberlakuan Darurat Pandemi Covid-19

Petugas menyemprotkan disinfektan di sebuah pasar, yang ditutup saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng/aa.

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Yang di-Pertuan Agong Malaysia membatalkan rencana pemberlakuan darurat pandemi Covid-19 yang diusulkan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin.

“Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah merasa saat ini pemerintah Malaysia telah berhasil menangani epidemi dengan efektif,” ujar Kerajaan, dalam siaran pers, Ahad (25/10).

Kerajaan percaya akan kemampuan pemerintah untuk terus mengendalikan penyebaran virus Covid-19. Meski begitu, Yang di-Pertuan Agong mengingatkan agar para politisi segera menghentikan kekisruhan yang dapat mengganggu stabilitas negara.

Muhyiddin mengajukan usulan itu setelah mendapat dukungan dari Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi dengan alasan untuk melakukan penanganan pandemi dan ketidakpastian ekonomi.

Hal ini berbeda dengan pernyataan UMNO sebelumnya, bahwa partai tengah mempertimbangkan untuk menarik dukungannya kepada Perikatan Nasional dan akan mengajukan “persyaratan baru” jika koalisi yang berkuasa itu ingin menjalin kerja sama politik, lewat kesepakatan tertulis.

Serangkaian intrik politik ini bermula dari audiensi pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dengan Yang Di-pertuan Agung pada 13 Oktober lalu. Audiensi membahas klaim Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu bahwa dia memiliki dukungan mayoritas parlemen untuk membentuk pemerintahan baru. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here