Nekat Gelar Pesta Nikah, Pengantin Baru Didenda 13.000 Dolar AS

Tangkapan layar polisi menggerebek pesta nikah di London

Indonesiainside.id, Jakarta – Seorang perempuan yang sedang menggelar pesta pernikahan mendapatkan “kado” tak terduga saat kepolisian Inggris menggerebek pestanya di London selatan dan memulangkan lebih dari 200 tamu karena telah melanggar aturan Covid-19, lapor surat kabar yang berbasis di London, Evening Standard.

Perempuan tersebut ditinggalkan para tamu dan menghadapi ancaman denda hingga 10.000 poundsterling (1 poundsterling = Rp19.263) atau sekitar 13.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp14.738) setelah para petugas membubarkan kerumunan di lokasi pernikahan di Old Kent Road, London selatan, ungkap surat kabar itu dalam sebuah laporan pada Sabtu (24/10).

Scotland Yard, sebutan untuk markas besar Met Police (Kepolisian Metropolitan London), menyampaikan bahwa pihaknya merespons setelah sejumlah warga melaporkan dugaan pelanggaran di gedung tersebut. Mereka menemukan orang-orang yang berpesta memenuhi ruangan yang jendelanya ditutup agar tidak terlihat dari luar.

Pengantin perempuan dan satu orang lainnya dilaporkan sedang dipertimbangkan untuk dikenai sanksi sesuai aturan coronavirus.

Dilansir oleh Evening Standard, Inspektur Detektif Nicky Arrowsmith mengatakan bahwa “acara ini merupakan pelanggaran regulasi yang terang-terangan dan dapat menjadi titik awal penularan virus.”

“Ada lebih dari 200 orang di dalam, jaga jarak sosial tidak diterapkan, dan benar-benar tidak ada upaya untuk membuat lokasi tersebut aman dari Covid, sesuai pedoman pemerintah,” ujarnya.

“Dilaporkan dan dijatuhi denda jelas bukanlah kado pernikahan yang diidam-idamkan orang, namun karena kasus ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap peraturan, denda tersebut sangat diperlukan,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here