Prancis Minta Hentikan seruan Boikot setelah Negara Arab Kecewa Pernyataan Presiden Macron Menentang Islam

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll

Indonesiainside.id, Paris–Prancis mendesak negara-negara Arab untuk menghentikan seruan boikot produk Prancis.  Boikot diserukan sejumlah kelompok perdagangan Arab terhadap produk Prancis sebagai tanggapan atas pernyataan yang menentang Islam dan republikasi karikatur yang menghina Nabi Muhammad.

“Seruan untuk boikot dan serangan terhadap negara kami yang didorong oleh minoritas radikal tidak berdasar dan harus segera dihentikan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Prancis Agnes von der Muhll dalam sebuah pernyataan, Ahad (25/10).

Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerang Islam dan komunitas Muslim dengan menuduh warga Muslim bersikap separatis.  Macron menggambarkan Islam sebagai “agama yang mengalami krisis di seluruh dunia”.

Tindakan itu dilakukan tak lama setelah langkah provokatif Charlie Hebdo, majalah sayap kiri Prancis yang terkenal karena menerbitkan karikatur anti-Islam. Bulan lalu, majalah tersebut menerbitkan ulang karikatur yang menghina Islam dan Nabi Muhammad, memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

Karikatur tersebut pertama kali diterbitkan pada 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands Posten, yang memicu gelombang protes. (NE/AA)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here