WHO Ragukan Keampuhan Vaksin Covid-19 yang Diproduksi Terburu-buru

Ilustrasi vaksin Covid-19

Indonesiainside.id, London – Para peneliti dari Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa terburu-buru untuk memproduksi vaksin Covid-19, akan membatasi proses pengujian guna mengembangkan vaksin yang lebih ampuh.

Mereka menambahkan bahwa perlindungan terhadap Covid-19 tidak akan tercapai segera setelah vaksin diperoleh, tetapi penelitian ekstensif diperlukan guna menemukan program imunisasi yang bekerja untuk berbagai kelompok, seperti orang tua.

“Vaksin yang datang paling cepat adalah yang paling eksperimental. Bisa saja mereka tidak terlalu bagus dari yang lainnya, yang dikembangkan menggunakan metode yang lebih teruji namun lebih lambat, akan tetapi mungkin lebih baik,” kata Profesor Adam Finn dari Universitas Bristol di Inggris.

“Untuk membuktikan hal tersebut, akan menjadi sangat sulit jika banyak orang diberikan vaksin terburu-buru. Diperlukan banyak orang untuk mendemonstrasikan mana yang terbaik atau apakah vaksin lain lebih cocok untuk kelompok tertentu, seperti orang tua.”

Hampir 200 vaksin Covid-19 sedang dikembangkan secara global, dengan empat versi utama menjalani uji coba terakhir. Ini termasuk vaksin BNT162b2 Pfizer dan Oxford/AstraZeneca.

Hasil uji coba tersebut, di mana vaksin dibandingkan dengan placebo, diharapkan dapat memberikan hasil dalam beberapa bulan mendatang.

Namun, sejumlah pengamat mengkhawatirkan bahwa begitu vaksin Covid-19 yang efektif bisa diproduksi, akan ada tekanan politik yang sangat besar untuk segera menggunakannya.

“Masalahnya adalah bahwa uji coba vaksin awal tidak mungkin menunjukkan seberapa baik produk ini bekerja pada populasi seperti orang tua,” jelas Kanta Subbarao, Direktur WHO. “Kami tahu vaksin seringkali bekerja lebih baik pada orang dewasa muda dan sehat, itulah sebabnya mengapa vaksin ditingkatkan dengan dosis yang lebih tinggi atau bahan pembantu untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit seperti flu dan herpes zoster. Juga tidak jelas seberapa baik uji klinis akan menilai keefektifan pada mereka yang berada di komunitas etnis minoritas.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here