Anggota DPR Minta Pemerintah Tunda Beli Jet Rafale dari Prancis

Anggota TNI AU mengamankan pesawat tempur jenis Rafale di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar, Aceh, Ahad (19/5/2019). Antara Aceh/Ampelsa

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Iqbal mengusulkan pemerintah Indonesia agar mempertimbangkan kembali berbagai bentuk kerja sama dengan Prancis, termasuk rencana pembelian jet tempur Rafale.

Sikap tersebut disampaikan oleh Iqbal sebagai respons terhadap sikap Prancis dan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang secara terang-terangan menyiarkan ujaran kebencian terhadap Islam, baik dalam tindakan maupun dalam pernyataannya.

“Sampai Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan permintaan maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dan menghentikan penghinaan simbol Islam seperti pembuatan karikatur Nabi Muhammad,” jelas Iqbal dalam pernyataannya pada Selasa.

Iqbal mengaku tidak setuju dengan cara main hakim sendiri terhadap guru terkait protes terhadap pelajaran sejarah yang juga memuat materi kartun yang menggambarkan nabi. Tapi sebaliknya, kata dia, pemerintah Perancis seharusnya juga memberikan hukuman kepada siapa pun penghina Nabi Muhammad.

Iqbal pun mengkritik ucapan Macron yang mengatakan sang guru dibunuh karena kaum Islamis menginginkan masa depan kita. “Artinya Macron mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad. Padahal dalam Islam, (Nabi Muhammad) tidak diperbolehkan digambar,” tutur Iqbal.

Untuk itu, Iqbal meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia mengajukan protes keras terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. “Apalagi Indonesia juga merupakan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB yang mestinya juga mengimbau negara-negara agar menjaga perdamaian dunia,” jelas Iqbal.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here