Arab Saudi Juga Kecam Pernyataan Presiden Prancis, Netizen Serukan Pemboikotan

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Foto: CBC

Indonesiainside.id, Dubai – Arab Saudi mengecam sikap Prancis terkait kartun yang menghina Islam berikut dengan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Pejabat Kementerian Luar Negeri Arab Saudi melalui pernyataannya mengatakan bahwa negara Teluk itu mengecam semua aksi terorisme.

Pernyataan itu secara gamblang merujuk pada kasus pemenggalan guru di Prancis oleh seorang ekstremis, yang ingin membalas penggunaan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan diskusi soal kebebasan berpendapat, baru-baru ini pada Oktober.

“Kebebasan berekspresi dan kebudayaan harus menjadi mercusuar dari sikap menghormati, toleransi dan perdamaian, yang menolak praktik dan tindakan yang menimbulkan kebencian, kekerasan dan ekstremisme dan bertentangan dengan koeksistensi,” bunyi pernyataan yang disiarkan media pemerintah.

Gambar yang mengaitkan materinya dengan Nabi Muhammad menuai kemarahan di dunia Islam. Presiden Turki bahkan menyerukan pemboikotan produk Prancis dan parlemen Pakistan mengesahkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris.

Di Arab Saudi, seruan untuk memboikot jaringan supermarket Prancis Carrefour menjadi tren di media sosial. Majid Al Futtaim yang berpusat di Uni Emirat Arab, pemilik sekaligus operator supermarket Carrefour di seluruh Timur Tengah, mengatakan jaringan tersebut membantu perekonomian kawasan, dengan mengambil sebagian besar produk dari pemasok lokal dan mempekerjakan ribuan orang.

“Kami memahami ada keprihatinan di kalangan konsumen di seluruh kawasan pada saat ini dan kami sedang memantau situasinya secara saksama,” katanya melalui pernyataan kepada Reuters, Senin.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here