Dua Siswa Indonesia Meriahkan IFLC Dengan Pesan Perdamaian dan HAM

Dua siswa Indonesia menjadi wakil dalam ajang International Language and Culture Festival (IFLC) ke-18. Foto: istimewa

Indonesiainside.id, Istanbul – Dua siswa Indonesia menjadi wakil dalam ajang International Language and Culture Festival (IFLC) ke-18 yang mempertemukan anak muda dari berbagai negara di dunia dalam satu panggung yang sama membawa pesan perdamaian dan hak asasi manusia. Kegiatan tahun ini digelar secara daring akibat wabah virus corona (Covid-19), Sabtu, 24 Oktober 2020 lalu.

Melansir BoldMedya, dikutip Selasa(27/10), selain karya bertema “Friendship, Dialogue and Brotherhood”, berbagai masalah hak asasi manusia terkait kesulitan yang dialami para imigran dan para pengungsi yang dizalimi oleh rezim Turki juga turut disuarakan ke panggung dengan bahasa seni.

Perwakilan dari Indonesia yang turut memeriahkan IFLC ke-18 masing-masing siswi kelas 8 dari sekolah semesta Jangli Safira Early Ramadhani, dan siswa kelas 6 dari semesta elemantary school Regan Arrozaq Hamdani.

Mereka mengikuti festival tersebut dengan menampilakan pertunjukan istimewa secara daring. Kedua siswa itu menyampaikan pesan perdamaian dunia dan menggambarkan kesulitan yang dialami orang-orang yang meninggalkan turki melalui berbagai cara karena menderita dan disiksa.

Lebih dari 200 siswa dari 40 negara berpartisipasi dalam program yang disiarkan di YouTube. Para pecinta seni menunjukkan minat yang besar pada acara tersebut melalui platform seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Dalam ajang online tersebut, mahasiswa dari 20 negara menciptakan koreografi bersama dan tampil di berbagai proyek. Diselenggarakan pertama kali di internet, festival ini disaksikan langsung oleh puluhan ribu orang di seluruh dunia.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here