Emmanuel Macron “Perangi” Islam, Anggota Parlemen: Prancis Sedang Direndahkan, Dihina, dan Diejek

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istrinya Brigitte Macron (tengah) menunggu para tamu sebelum upacara di Elysee Palace untuk merayakan penetapan Kota Paris sebagai penyelenggara Olimpiade Musim Panas 2024, di Prancis, Jumat (15/9/2017). Foto: Antara/Reuters

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemimpin gerakan “La France insoumise” dan anggota parlemen dari wilayah Mediterania dengan populasi Muslim yang besar, Jean-Luc Melenchon mengatakan, Presiden Prancis Emmanuel Macron “benar-benar kehilangan kendali atas situasi” dalam perselisihannya dengan Turki terkait Islamofobia.

“Sebaiknya memikirkan tentang apa strateginya nantinya: Prancis sedang direndahkan, dihina, dan diejek, apa yang ingin dia lakukan, selain mencuit di Twitter?” kata Jean kepada Radio Inter Prancis.

“Yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah diam,” kata dia kepada Radio Inter Prancis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan Islam sebagai agama “dalam krisis” dan mengumumkan rencana membuat undang-undang yang lebih keras untuk menangani apa yang disebutnya “separatisme Islam” di Prancis.

Beberapa negara Arab, serta Turki, Iran, dan Pakistan mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam, dengan Erdogan mengatakan pada Minggu bahwa pemimpin Prancis membutuhkan “perawatan mental.” Setelah pernyataan Erdogan itu, Prancis memanggil kembali duta besarnya di Turki. (aa/msh)

 

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here