Kelompok HAM Muslim Merasa Tidak Aman Lagi di Prancis, 51 Asosiasi Muslim Diselidiki

Warga mendesak Islamofobia di Prancis dihentikan.

Indonesiainside.id, Paris – Sebuah kelompok hak asasi manusia (HAM) Muslim Prancis mengumumkan rencana untuk memperluas kegiatannya di luar negeri karena merasa tidak aman lagi di Prancis. Organisasi dengan nama Collective Against Islamophobia in France (CCIF) ini juga dibenci dan diancam dibuabarkan karena terus berjuang melawan Islamofobia.

“Sebagai sebuah organisasi, kami tidak lagi merasa kami bisa melakukan pekerjaan kami di lingkungan yang aman, karena nyawa kami terancam dan pemerintah menetapkan kami sebagai musuh,” kata Collective Against Islamophobia in France (CCIF) dalam sebuah pernyataan.

Kelompok itu mengatakan bahwa mereka telah menjadi sasaran pesan kebencian, ancaman kematian dan penghinaan selama seminggu terakhir setelah pemerintah Prancis mengumumkan ingin membubarkan organisasi tersebut.

“Menggunakan berita palsu dari sayap kanan, beberapa tokoh politik dalam rombongan presiden Macron bahkan telah mencoba untuk menyematkan serangan Jumat lalu terhadap organisasi yang mengecam Islamofobia, seolah-olah secara konseptual tidak mungkin untuk menangani terorisme dan bentuk rasisme kontemporer, termasuk Islamofobia,” kata pernyataan itu.

“Karena alasan ini, apa pun hasil dari upaya pemerintah untuk membubarkan CCIF, kami telah memutuskan untuk memperluas kegiatan kami secara internasional, untuk memastikan kelangsungan operasi kami dan melindungi tim kami,” tambah organisasi tersebut.

Otoritas Prancis baru-baru ini meluncurkan gelombang investigasi besar-besaran terhadap organisasi Muslim di negara itu menyusul pembunuhan seorang guru di Paris.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here