DPR: Ucapan Macron Bisa Picu Kekerasan Ekstremis Sayap Kanan kepada Muslim dan Imigran

Islamofobia telah menjadi kekuatan pendorong di belakang munculnya gerakan sayap kanan di Inggris (Getty Images)

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta pemerintah Indonesia melalui KBRI di negara-negara Eropa terus meningkatkan pengawasan dan penjagaan kepada masyarakat Indonesia yang ada di sana. Dia khawatir pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron bisa memicu kekerasan dari kelompok ekstremis sayap kanan kepada kaum muslimin dan imigran.

“Karena sangat mungkin ucapan Macron itu akan meningkatkan kekerasan kelompok ultra kanan kepada kaum muslimin dan imigran,” kata Sukamta di Jakarta, Rabu (27/10).

Dia juga mengapresiasi Kementerian Luar Negeri RI yang telah memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menyudutkan agama Islam.

“Saya mengapresiasi positif kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia yang telah memanggil Duta Besar Prancis pada Selasa (27/10) dan menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis,” katanya.

Dia juga berharap pemerintah Indonesia proaktif untuk berkomunikasi dengan negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendorong ada pernyataan bersama oleh organisasi tersebut untuk mengecam pernyataan Macron.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI mengecam keras pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron pada Jumat (23/10) yang menyudutkan agama Islam dan membiarkan penerbitan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW oleh majalah Charlie Hebdo.

Menurut dia, ucapan tersebut menunjukkan pikiran Macron kerdil dan dapat membahayakan upaya membangun dunia yang harmonis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here