Hampir Setengah Juta Orang Amerika Positif Corona dalam Tujuh Hari

Situasi setelah pelonggaran aktivitas sosial Covid-19 di Amerika. Foto: antara

Indonesiainside.id, New York – Hampir setengah juta orang di Amerika Serikat tertular virus corona jenis baru dalam tujuh hari terakhir, demikian menurut hitungan Reuters

Sementara itu, pada minggu lalu lebih dari 5.600 orang di seluruh AS meninggal akibat virus, dan angka pasien rawat inap melonjak 13 persen, analisis Reuters menunjukkan.

Illinois, yang menjadi zona merah dalam beberapa pekan terakhir, melaporkan lebih dari 31.000 kasus baru dalam tujuh hari terakhir. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan dengan di negara-negara bagian lain, kecuali Texas.

Guna membendung lonjakan tersebut, Gubernur Illinois J.B. Pritzker memberlakukan putaran baru pembatasan di enam dari 11 wilayah.

Makan dalam ruangan di bar dan restoran akan dihentikan sementara pada Rabu dan pertemuan akan dibatasi untuk maksimal 25 orang. Daerah-daerah yang terkena pemberlakuan itu termasuk beberapa di pinggiran Chicago.

Sejumlah negara bagian lain telah menarik rencana untuk membuka kembali ekonomi demi mengekang penyebaran virus, pada saat suhu lebih dingin melanda sebagian besar negeri.

Gubernur Idaho Brad Little pada Senin (26/10) mengumumkan pertemuan dalam ruangan hanya boleh dihadiri maksimal 50 orang. Jumlah orang yang hadir pada pertemuan di luar ruangan juga akan dibatasi menjadi 25 persen dari kapasitas penuh.

Para pakar kesehatan meyakini bahwa kasus penularan virus melonjak akibat pertemuan sosial secara pribadi, suhu yang lebih dingin sehingga mendorong orang berada di dalam ruangan, serta kelelahan warga atas tindakan pencegahan COVID-19.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here