Ujaran Kebencian Macron Berdampak Luas, Masjid di Prancis Dapat Pesan Ancaman dan Hinaan terhadap Muslim

Sebuah masjid di Prancis dicoret dengan pesan ujaran kebencian.

Indonesiainside.id, Paris – Ujaran kebencian terhadap Islam oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron berdampak luas di Prancis. Sebuah masjid di negara pencipta karikatur penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW itu meluas ke sebuah masjid di di distrik Vernon di Prancis Utara.

Awal bulan ini, Presiden Prancis menyebut komunitas Muslim Prancis sebagai “gerakan separatisme” dan menggambarkan Islam sebagai “agama yang menyebabkan krisis di seluruh dunia”. Semua negara khususnya negara-negara Islam dan berpenduduk Muslim mengecam keras pernyataan kebencian itu.

Di tengah-tengah kecaman dunia, termasuk dari pemerintah Indonesia, Malaysia, Turki, dan negara-negara Arab, terdapat sebuah pesan kekerasan dan ancaman pembunuhan terhadap muslim yang datang ke masjid di distrik Vernon di Prancis Utara.

Pesan itu berisi ancaman pembunuhan dan hinaan terhadap orang Turki, Arab, dan komunitas lainnya yang datang ke masjid secara teratur, ditinggalkan di kotak surat masjid. “Perang telah dimulai. Kami akan mengusir kalian ke luar negeri. Kalian akan bertanggung jawab atas kematian Samuel,” bunyi pesan tersebut.

Ancaman Itu mengacu pada Samuel Paty, seorang guru di Bois-d’Aulne College yang dipenggal oleh Abdullakh Anzorov pada 16 Oktober. Anzorov adalah seorang pemuda berusia 18 tahun asal Chechnya.

Dia membunuh Paty karena memperlihatkan kartun kontroversial Nabi Muhammad kepada murid-muridnya. Pesan tersebut juga berisi hinaan untuk perempuan Muslim yang mengenakan jilbab.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here