Jawaban Erdogan kepada Macron: Tak Ada Teroris Bisa Jadi Muslim karena Teroris Pembunuh Berhati Hitam

Presiden Recep Tayyip Erdogan. Foto: TRTWorld

Indonesiainside.id, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengaku tidak tertarik menanggapi pelecehan dirinya melalui publikasi karikatur konyol yang dipublikasikan oleh majalah satir Prancis Charlie Hebdo.

Erdogan menegaskan, yang pasti terjadi permusuhan terhadap Islam yang menyebar seperti kanker di Eropa. Dia pun tidak ingin melihat kartun menjijikkan Charlie Hebdo karena merupakan publikasi tidak bermoral.

“Apalah saya? Tidak perlu saya mengatakan apa-apa terkait hal yang tidak terhormat ini. Mereka telah menghina Nabi tercinta kami,” kata Erdogan kepada fraksi parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa.

Menurut dia, saat ini merupakan periode di mana permusuhan terhadap Islam, Muslim, dan Nabi Muhammad menyebar seperti kanker terutama di antara para pemimpin di Eropa. Islam dikaitkan dengan teroris dan radikalisme. Padahal, kata dia, Turki sendiri berhasil membersihkan Suriah dari kelompok teroris. Lalu siapa terorisnya?

“Tidak ada Muslim yang bisa menjadi teroris, juga tidak ada teroris yang bisa menjadi Muslim karena teroris adalah pembunuh berhati hitam dan haus darah yang tidak ragu-ragu untuk membunuh orang tak berdosa untuk mencapai tujuannya sendiri,” kata dia.

Erdogan mengatakan rakyat Suriah menanggung kerugian atas permainan strategi pasukan rezim dan kelompok teroris yang datang dari luar wilayah dengan darah dan nyawa mereka. Dia menggarisbawahi, Turki tidak bisa tinggal diam dan menonton kemunafikan ini.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here