Kritik Macron Butuh Perawatan Mental, Erdogan Dibalas dengan Karikatur Porno Charlie Hebdo

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istanbul pada 2018 silam. businessinsider.com/Mikhail Svetlov/Getty Images

Indonesiainside.id, Jakarta – Majalah satir Prancis Charlie Hebdo kembali berulah. Charlie Hebdo mempertontonkan “kebebasannya” membuat karikatur porno sebagai bentuk hinaan kepada pemimpin negara yang dibencinya.

Kekebasan berpendapat di Prancis menjadi alasan untuk bebas menghina dan memfitnah. Bahkan bebas merendahkan Nabi yang Mulia bagi umat Islam. Bebas mempertontonkan “kebodohan” yang oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutnya “butuh perawatan mental”.

Pernyataan Erdogan itu pula yang membuat Charlie Hebdo kembali menayangkan gambar porno di cover majalahnya. Cover yang sama juga dulu dibuat dengan menghina Nabi Muhammad pada 2015. Dikaranglah serangkaian gambar yang disertai tulisan penghinaan.

Sebagaimana dilansir portal Businessinsider.com, judul yang diterbitkan Charlie Hebdo di samping kartun itu berbunyi: “Erdogan: Secara pribadi, dia sangat lucu!” Kartun tersebut menggambarkan goresan pria duduk dengan kaus dan pakaian dalam, minum bir, dan mengangkat jilbab wanita untuk memperlihatkan bagian belakang tubuhnya yang telanjang. Siapa lelaki itu, yang pasti hanyalah gambar hayalan belaka yang tak berdasar.

Gambar yang ditujukan untuk menyerang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan itu membuat ketegangan baru antara Paris dan Ankara di tengah ketegangan kedua pemimpin, Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pada hari Sabtu, Erdogan mengatakan Macron membutuhkan perawatan “mental” menyusul serangkaian komentar di mana presiden Prancis mengkritik Islam dan mengatakan itu membutuhkan peraturan di Prancis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here