Gempa Turki: 24 Orang Meninggal, 804 Orang Terluka

Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di puing-puing bangunan di distrik Bornova setelah gempa berkekuatan 6,6 mengguncang pantai Laut Aegea Turki, di Izmir, Turki pada 31 Oktober 2020. (Mahmut Serdar AlakuĊŸ - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Ankara – Sebanyak 24 orang meninggal dan sedikitnya 804 orang terluka ketika gempa berkekuatan 6,6 skala Richter mengguncang Izmir di Laut Aegea Turki.

Otoritas Badan Manajemen Bencana (AFAD) pada Sabtu pagi melansir, sedikitnya 743 orang terluka di Izmir, dan lima di Manisa, dua di Balikesir dan 54 di Aydin. Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan, 435 orang saat ini tengah menjalani perawatan, sementara 25 lainnya berada dalam perawatan intensif.

Sementara 9 orang sedang menjalani operasi. Dia juga mengatakan 364 orang telah pulang dari rumah sakit usai menjalani perawatan.

AFAD mencatat terjadi 296 gempa susulan, dengan 27 gempa lebih kuat dari magnitudo-4.0. Sementara operasi pencarian dan penyelamatan telah selesai di delapan gedung di Izmir – kota terbesar ketiga di Turki berdasarkan populasi.

Upaya pencarian terus berlanjut di sembilan bangunan lainnya, ujar Menteri Lingkungan dan Urbanisasi Murat Kurum. AFAD mengatakan gempa terjadi pada pukul 2.51 malam waktu lokal atau 11. 51GMT pada kedalaman 16,54 kilometer (10 mil). Salah satu korban meninggal akibat tenggelam.

Gubernur Izmir Yavuz Selim Kosger mengatakan gempa tersebut memicu tsunami sebagian di distrik pesisir Seferihisar, yang menyebabkan sedikitnya satu orang terluka. Lebih dari 475 kendaraan dan hampir 4.000 petugas penyelamat bersama dengan 20 anjing pelacak dikerahkan ke lokasi kejadian.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here