Imam Besar Masjid Al-Aqsa Kutuk Penerbitan Ulang Karikatur yang Menghina Nabi

Warga Palestina mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah Sholat Jumat di luar Kubah Batu di Kompleks Masjid Al-Aqsa, situs tersuci ketiga Islam, di Old City of Jerusalem, pada 30 Oktober 2020. (Mostafa Alkharouf - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Yerusalem – Ribuan warga Palestina pada Jumat berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem untuk memprotes pernyataan anti-Islam oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Sheikh Ekrima Sabri, Imam Besar Masjid Al-Aqsa, mengutuk penerbitan ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad dan pernyataan Macron yang anti-Islam. “Presiden Prancis menyatakan permusuhannya terhadap Muslim di dunia,” kata Sabri.

Usai salat Jumat, ribuan jamaah berkumpul di kompleks Al-Aqsa. Mereka membawa spanduk yang menyerukan boikot produk Prancis. Awal bulan ini, Macron menggambarkan Islam sebagai “agama yang dalam krisis” dan menyatakan rencana untuk membuat undang-undang yang lebih ketat untuk menangani “separatisme Islam” di Prancis.

Muslim Prancis menuduh Macron mencoba menekan agama mereka, dan melegitimasi Islamofobia. Turki juga mengutuk sikap Macron terhadap Muslim dan Islam, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemimpin Prancis itu membutuhkan “pemeriksaan kesehatan mental”.

Sikap Macron terhadap Islam, publikasi ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW dan pemajangan karikatur itu di dinding sejumlah gedung memicu boikot produk Prancis di beberapa negara, antara lain Qatar, Kuwait, Aljazair, Sudan, Palestina, dan Maroko. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here