Pelaku Penyerangan di Avignon Prancis Ekstremis Anti-Islam

Sejumlah warga beraktivitas di area Istana Trocadero yang tak jauh dari Menara Eiffel di Paris, Prancis, 10 Juli 2020. (ANTARA/Xinhua/Gao Jing/aa)

Indonesiainside.id, Paris – Seorang pria ditembak mati oleh polisi di kota Avignon Prancis. Lelaki yang membunuh seorang pejalan kaki itu diduga anggota kelompok sayap kanan anti-Muslim, lapor media lokal pada Jumat.

Tersangka ditembak mati pada Kamis sekitar pukul 11 ​​pagi di distrik Montfavet di selatan kota itu. Pelaku memegang pistol di jalan, dan mengancam penjaga toko asal Afrika Utara.

Polisi mendekati dan meminta pria itu menjatuhkan senjatanya, dan menggunakan tembakan flash-ball untuk menundukkannya. Namun, petugas polisi menembak tersangka ketika dia tak menuruti instruksi tersebut.

Laporan awal pada Kamis di media lokal dan internasional secara keliru mengklaim bahwa tersangka adalah seorang “Islamis” yang meneriakkan “Allahu Akbar” di jalanan.

Sumber polisi mengatakan kepada harian Prancis Le Figaro bahwa tersangka telah menjalani perawatan kejiwaan dan diyakini sebagai anggota kelompok sayap kanan Generation Identitaire.

Namun, jaksa mengesampingkan untuk melakukan penyelidikan terkait terorisme untuk motif yang berpotensi.

Generation Identitaire adalah kelompok anti-migran, xenophobia, Identitas Generasi, yang telah menarik kaum muda melalui media sosial, mengeksploitasi ketakutan atas pengungsi dan terorisme.

Anggota utamanya telah menyebarkan gagasan supremasi kulit putih dan teori konspirasi anti-Muslim dan rasis.

Menurut laporan media lokal, tersangka berusia 33 tahun itu mengenakan jaket neo-Nazi dengan logo “Bela Eropa”.

Sejak Kamis Prancis menghadapi dua insiden teror lainnya dan menjadi rangkaian kekerasan di negara tersebut.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here