Pria Berusia 70 Tahun Selamat setelah Terkubur Reruntuhan Selama 33 Jam

Operasi penyelamatan berlangsung setelah gempa melanda Laut Aegea di provinsi pesisir Izmir, Turki, Sabtu (31/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Murad Sezer/WSJ

Indonesiainside.id, Izmir – Seorang pria berusia 70 tahun ditarik dari puing-puing bangunan di Turki barat pada Minggu pagi setelah terkubur di bawah reruntuhan selama 33 jam usai gempa kuat mengguncang pantai Aegea di Turki dan pulau-pulau Yunani.

Pria yang diidentifikasi sebagai Ahmet Citim itu berhasil diselamatkan dari puing-puing bangunan pemukiman “Riza Bey”, salah satu dari 20 bangunan tempat tinggal yang runtuh saat gempa. Jumlah korban tewas akibat gempa, yang terjadi pada Jumat (30/10) sore, meningkat menjadi 51 orang.

Pihak berwenang Turki telah mengumumkan bahwa 49 orang meninggal di kota pesisir Izmir, sementara dua remaja tewas di pulau Samos, Yunani. Para pejabat mengatakan 20 bangunan hancur di distrik Bayrakli Izmir, yang sedang berada dalam proses transformasi perkotaan, karena kurangnya ketahanan gempa.

Turki dilintasi garis patahan dan rawan gempa bumi. Pada 1999, dua gempa kuat menewaskan 18.000 orang di Turki barat laut. Gempa bumi Jumat, yang menurut Kandilli Institute di Istanbul berkekuatan 6,9 magnitudo, berpusat di Laut Aegea, timur laut Samos.

Inci Okan, yang berusia enam belas tahun, terperangkap di bawah reruntuhan gedung sama berlantai delapan dengan pria lansia itu selama 17 jam. Inci Okan bersama dengan anjingnya Fistik (Pistachio) berhasil diselamatkan.

Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca dan anggota Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Edanur Dogan mengunjungi Okan di rumah sakit. Petugas darurat Dogan memegangi tangan remaja putri itu sementara tim penyelamat mengangkat puing-puing di atasnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here