PKS: Tindakan Macron Membahayakan Ketertiban Dunia

Seorang pengunjuk rasa membawa spanduk Menara Eiffel Prancis dan Masjid Nabawi Arab Saudi, dalam aksi protes mengecam majalah Charlie Hebdo Prancis yang menerbitkan ulang kartun penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, di depan Kedutaan Prancis di Teheran, Iran, Rabu (9/9/2020). Majid Asgaripour/WANA (West /Asia News Agency) via REUTERS/NZ/djo (VIA REUTERS/WANA NEWS AGENCY)

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron merupakan penistaan terhada Islam. Tindakan tersebut juga dianggap sangat membahayakan bagi ketertiban dunia.

Karena itu, dia meminta Presiden Joko Widodo agar mendesak Presiden Prancis Emmanuel Macron agar meminta maaf dan mencabut ucapannya yang melukai hati umat Islam. Apalagi dukungan Macron atas penistaan Nabi Muhammad SAW dilakukan saat umat Islam sedang merayakan maulid Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

“Harus dipahami saat bulan maulid ini, umat Islam banyak menjalankan kegiatan untuk mengingat dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW, sehingga penistaan tersebut dan tindakan Macron tentu terasa sangat menyakitkan umat Islam,” kata Habib Aboe, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/11).

Hal tersebut disampaikan Habib Aboe dalam Peringatan Maulid Nabi SAW yang berlangsung di Kantor DPP PKS, Jakarta, Ahad (1/11/2020) malam. Dalam konteks politik global, katanya, tindakan Macron juga sangat membahayakan ketertiban dunia karena telah menyinggung sekitar 25 persen populasi dunia, yakni lebih dari 1,9 miliar warga dunia yang beragama Islam tersakiti hatinya atas indakan ini.

“Tentunya ini tidak baik untuk ketertiban dan perdamaian dunia karena dikhawatirkan akan mengancam adanya konflik sosial,” kata Habib Aboe.

Oleh karena itu, Habib Aboe meminta Presiden Jokowi untuk menekan Presiden Macron agar meminta maaf dan mencabut ucapannya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here