Sensus Terbesar di Dunia, China Hitung Pertambahan Penduduk 10 Tahun Terakhir

Indonesiainside.id, Shanghai – Jutaan petugas mulai mendata warga di seluruh China, pada Ahad (1/11), sebagai bagian dari kegiatan sensus penduduk terbesar di dunia, yang dilakukan di negara itu setiap sepuluh tahun.

Sensus untuk negara dengan populasi terbesar dunia ini, untuk pertama kalinya akan menggunakan aplikasi seluler, yang membantu menghitung jumlah penduduk yang sangat besar.

Sekitar tujuh juta pekerja komunitas dan relawan akan dilibatkan untuk mendorong upaya pengumpulan data selama dua bulan, mengunjungi rumah-rumah mulai dari gedung pencakar langit perumahan di pusat kota Shanghai hingga desa-desa di pegunungan Tibet yang terpencil.

China melakukan sensus setiap sepuluh tahun untuk menentukan pertumbuhan populasi, pola pergerakan penduduk, dan tren lainnya, guna membagi sumber daya untuk pendidikan, kesehatan, transportasi, tenaga kerja, perawatan lansia, dan layanan lainnya.

Penghitungan sebelumnya pada 2010, sebanyak 1.339.724.852 warga yang berhasil didata. Angka ini meningkat 5,83 persen, atau 73.899.804 orang, atau sama dengan penambahan dari populasi Prancis selama lebih 10 tahun.

Sebagian besar perhatian pada sensus tahun ini, yang diperkirakan membutuhkan waktu dua tahun untuk dikompilasi sepenuhnya, akan fokus pada apakah hal itu mengindikasikan adanya lonjakan populasi dari pelonggaran China atas kebijakan “satu anak” sebelumnya.

Kebijakan tersebut diberlakukan pada akhir 1970-an untuk memperlambat pertumbuhan populasi yang cepat, di tengah kekhawatiran atas terlalu banyak warga yang harus diberi makan. Tetapi kebijkan tersebut mulai dilonggarkan pada empat tahun lalu untuk mengizinkan warga memiliki dua anak karena kekhawatiran atas masyarakat China yang cepat menua dan menyusutnya tenaga kerja.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here