Analisis: Tatanan Dunia Baru di Mana Turki adalah Bintangnya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto: Anadolu Agency

Siapa pun yang berharap perubahan dalam kebijakan internasional yang akan membengkokkan keinginan Erdogan telah menerima pesan yang keras dan jelas: Turki akan ada di mana-mana dan tidak ada yang akan menghentikannya.

Eksplorasi minyak Turki yang agresif di daerah-daerah Mediterania timur yang diklaim oleh Yunani dan Siprus tampaknya membuat gelisah Uni Eropa dan Amerika Serikat. “Kami mendesak Turki untuk mengakhiri provokasi yang diperhitungkan ini dan segera memulai pembicaraan eksplorasi dengan Yunani,” kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus dalam sebuah pernyataan singkat pekan lalu.

“Paksaan, ancaman, intimidasi dan aktivitas militer tidak akan menyelesaikan ketegangan di Mediterania Timur,” kata pernyataan itu, dikutip dari Haaretz.com.

“Ankara harus mengakhiri siklus penahanan dan provokasi jika pemerintah tertarik untuk melakukan pembicaraan,” kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas, yang negaranya mengepalai kepresidenan bergilir UE. Maas, yang secara dramatis membatalkan kunjungannya ke Turki, mengatakan, dia sangat terkejut dengan langkah terbaru itu.

Tanggapan Amerika dan Eropa mengacu pada pengumuman pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan bahwa ia memperpanjang survei minyak geologi di salah satu blok laut dekat Turki. Wilayah yang dimaksud berada di perairan teritorial Yunani. Dalam pengumuman sebelumnya, Turki mengatakan survei itu seharusnya berakhir pada Kamis. Memang, Turki tampaknya mempertimbangkan tekanan internasional dan siap kembali ke meja diskusi. Tapi Erdogan punya rencana lain.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here