Dua Negara Bersitegang: Prancis Akan Bubarkan Kelompok Diaspora Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istanbul pada 2018 silam. businessinsider.com/Mikhail Svetlov/Getty Images

Indonesiainside.id, Paris – Turki dan Prancis bersitegang terkait beberapa isu belakangan ini. Terbaru, Prancis mengumumkan bahwa kelompok nasionalis Turki yang dikenal sebagai Ulku Ocaklari akan segera menjadi organisasi terlarang di negara itu.

Dewan Menteri akan mengambil keputusan ini dalam pertemuan pada Rabu, ungkap Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin kepada Komisi Hukum Majelis Nasional, menurut laporan media lokal.

Keputusan itu diambil di tengah ketegangan yang meningkat antara Prancis dan Turki dalam beberapa bulan terakhir. Kelompok ini sering disebut sebagai Serigala Abu-abu di media Prancis.

Organisasi ini menyatukan berbagai asosiasi lokal di banyak wilayah untuk mempromosikan budaya Turki, serta menggelar kegiatan sosial untuk memperkuat solidaritas di antara anggota komunitas Turki di Prancis.

Kelompok itu menyampaikan penolakan di situsnya segala macam ekstremisme serta mempromosikan proyek sosial untuk integrasi diaspora Turki ke dalam masyarakat Prancis.

Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa anggota kelompok itu menggelar demonstrasi damai yang memprotes serangan militer Armenia terhadap Azerbaijan dan pendudukan ilegal di Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here