Joe Biden Unggul Atas Trump di Kalangan Pemilih Hispanik

Kaum hispanik pendukung Joe Biden. Foto: Tiwtter

Indonesiainside.id, Jakarta – Jajak pendapat dari televisi NBC dan Wall Street Journal mendapati mantan Wakil Presiden Joe Biden unggul atas Presiden Donald Trump dengan selisih 2-1 di antara pemilih Hispanik, sehari sebelum pemilihan digelar.

Enam juta warga Hispanik tinggal di AS – sekitar separuhnya berhak untuk memberikan suara. Dalam pemilu ini bisa jadi mereka merupakan kelompok minoritas terbanyak yang mengambil suara, melampaui warga kulit hitam.

Warga Hispanik condong ke Demokrat sejak 1980-an, tetapi mereka tidak memberikan suara sebagai satu blok.

“Saya akan memilih Trump karena kalau sosialis memasuki negara saya, mereka hanya banyak berjanji. Ketika kami menyadari apa yang sebenarnya terjadi, mereka melepas kedoknya, semuanya sudah terlambat dan mereka sudah merebut kekuasaan. Hal yang sama saya lihat di negara ini,” ujar Rodriguez.

Warga manula Kuba mengaitkan cap (label) “sosialis” yang Presiden Trump berikan kepada calon presiden dari Demokrat Joe Biden. Ini menempatkan kampanye Biden dalam posisi defensif untuk memperbaikinya.

Pili Tobar, salah seorang juru kampanye Joe Biden mengatakan, “Lihat, Joe Biden bukan seorang socialis. Ia bukan komunis. Sebenarnya pemimpin yang otoriter adalah Presiden Trump. Itulah jenis pemimpin yang kami tinggalkan ketika kami meninggalkan Kuba.”

Warga Hispanik di Florida dengan semangat menentang Donald Trump.

Juga seorang warga asal Spanyol Alberto yang mendaftar lebih awal untuk memperoleh surat kewarganegaraan supaya ia bisa memberikan suara dalam pemilu ini. “Saya merasa ingin mengalahkan presiden sekarang ini. Saya cukup terbuka tentang itu.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here