Komisi Tinggi HAM PBB Peringatkan Pertempuran di Nagorno-Karabakh Bisa Berujung Pada Kejahatan Perang

Tentara Azerbaijan memeriksa kota Cebrayil

Indonesiainside.id, Jakarta – Ketua Komisi Tinggi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (OHCHR) Michelle Bachelet memperingatkan seluruh pihak yang berkonflik di Nagorno-Karabakh dan kota di sekitarnya dapat berujung jadi pelaku kejahatan perang.

Hal itu disebabkan pertempuran kerap berlangsung di area padat penduduk sehingga dapat mengorbankan warga sipil.

Peringatan itu disampaikan Bachelet lewat pernyataan sikapnya yang dibacakan oleh Juru Bicara OHCHR Liz Throssell saat sesi jumpa pers di Jenewa, Swiss, Senin (2/11), yang diakses dari laman resmi PBB, di Jakarta, Selasa (3/11).

“Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet menyampaikan kekhawatiran terhadap pertempuran yang kian meluas dan masih berlanjut di daerah padat penduduk di dan sekitar daerah konflik di Nagorno-Karabakh. Aksi itu bertentangan dengan Hukum Kemanusiaan Internasional dan (Bachelet, red) memperingatkan pertempuran itu dapat berujung pada kejahatan perang,” ujar┬áThrossell.

Hukum Kemanusiaan Internasional atau yang biasa dikenal dengan Hukum Perang merupakan aturan yang telah disepakati oleh negara-negara dunia, yang bertujuan mengatur tata cara pertempuran bersenjata agar sesuai dengan asas-asas kemanusiaan, serta menjamin keselamatan warga sipil.

“Tiap serangan yang dilakukan tanpa mengindahkan prinsip pembedaan atau prinsip keseimbangan dapat berujung pada kejahatan perang, dan seluruh pihak yang berkonflik wajib untuk menyelidiki secara menyeluruh, efektif, dan netral terhadap pelanggaran tersebut, serta membawa para pelaku ke jalur hukum,” kata juru bicara OHCHR.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here