Seorang Polisi Ikut Terluka dalam Penembakan Beruntun di Vienna

Polisi melaksanakan operasi antiteror terbesar di Austria. Foto; istimewa

Indonesiainside.id, Vienna – Pria bersenjatakan senapan melepaskan tembakan di enam lokasi berbeda di Wina tengah, menewaskan dua orang dan melukai beberapa lainnya, kata polisi.

Kanselir Austria Sebastian Kurz menyebutnya sebagai “serangan teror yang menjijikkan” dan mengatakan seorang pria bersenjata juga tewas.

“Polisi sedang mencari setidaknya satu penyerang yang masih buron,” kata menteri dalam negeri dilansir BBC, Selasa(3/11).

Penembakan itu terjadi di dekat sinagoga pusat Wina tetapi belum jelas apakah itu targetnya.

Salah satu korban tewas di tempat penembakan, sementara yang kedua – seorang wanita – kemudian meninggal di rumah sakit karena luka-lukanya, kata Walikota Michael Ludwig. Diyakini 14 orang lainnya masih di rumah sakit, enam dalam kondisi serius.

“Seorang petugas polisi termasuk di antara yang terluka,” kata kementerian dalam negeri.

Serangan itu terjadi hanya beberapa jam sebelum Austria memberlakukan pembatasan nasional baru untuk mencoba membendung meningkatnya kasus virus corona. Banyak orang keluar menikmati bar dan restoran yang sekarang tutup hingga akhir November.

Para pemimpin Eropa mengutuk keras penembakan itu. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia “sangat terkejut dengan serangan mengerikan itu”.

Polisi mengatakan insiden itu dimulai di dekat sinagoga Seitenstettengasse, yang merupakan kuil utama di Wina.

Pemimpin komunitas Yahudi Oskar Deutsch dalam postingannya menyebutkan bahwa sinagoga itu ditutup pada saat serangan dimulai pada pukul 20:00 (19:00 GMT).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here