Mantan Menteri Pendidikan Prancis: Kartun di Majalah Humor Charlie Hebdo Menjijikkan

Pengunjuk rasa melakukan aksi boikot Presiden Prancis Emmanuel Macron di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (30/10/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.

Indonesianside.id, Paris – Mantan Menteri Pendidikan Prancis Luc Ferry mengatakan bahwa gambar kartun yang dipublikasikan majalah humor Charlie Hebdo adalah sangat  menjijikkan. Dia juga melarang gambar kartun yang menghina Nabi di majalah humor Charlie Hebdo ditampilkan di dalam kelas.

Luc Ferry, mantan Menteri Pendidikan dan guru filsafat, mengatakan kepada penyiaran publik ‘France Info’ bahwa insiden pembunuhan seorang guru bernama Samuel Paty mengejutkannya.

Mengungkapkan dirinya akan menampilkan kartun yang menggambarkan Raja Louis Philippe dalam bentuk buah pir untuk menjelaskan kebebasan berekspresi, Ferry mengatakan bahwa kartun tersebut saat itu dianggap sebagai skandal.

“Kami tidak harus menayangkan kartun-kartun yang menjijikkan dalam batasan pornografi ini,” kata Ferry menanggapi kartun yang menghina Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo.

Menekankan bahwa masyarakat tidak boleh dihina hanya untuk mempertahankan kebebasan berekspresi, Ferry mengungkapkan jika kartun penghinaan Charlie Hebdo ditampilkan di kelas, maka kartun Nabi Isa dan Nabi Musa yang mengkritik Yudaisme dan Kristen juga harus ditampilkan.

Ferry mengatakan pemerintah hanya fokus pada cara yang salah untuk memerangi terorisme. Menyoroti kebencian dan permusuhan yang menyebar di media sosial dan “orang gila” yang membunuh gurunya, Ferry mengatakan bahwa RUU “separatis Islam” tak diperlukan dalam agenda pemerintah dan Prancis tak memiliki masalah seperti itu.

Ferry menggarisbawahi bahwa alasan pembunuhan guru tersebut bukanlah “separatisme Islam”. Menyusul pembunuhan seorang guru yang menunjukkan kartun yang menghina Nabi Muhammad kepada siswanya pada 16 Oktober di Prancis, tekanan terhadap asosiasi dan NGO Muslim di negara itu terus meningkat.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here