Rekor Jumlah Pengangguran Akibat Covid-19 di Selandia Baru

Ilustrasi PHK di Jakarta. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Jumlah pengangguran di Selandia Baru mencatatkan rekor kenaikan sebesar 37.000 sehingga tercatat menjadi 151.000 pada kuartal September 2020, saat dampak Covid-19 menghantam pasar tenaga kerja, demikian disampaikan departemen statistik negara tersebut, Stats NZ, pada Rabu (4/11).

Pada kuartal September 2020, terdapat 37.000 lebih pengangguran, meningkat 32,5 persen sejak kuartal Juni 2020, sebut Stats NZ.

Pada kuartal ini, jumlah orang yang dipekerjakan tercatat 22.000 lebih sedikit jika dibanding angka pada kuartal Juni 2020, dengan tingkat pengangguran mencapai 5,3 persen akibat Covid-19. Sementara tingkat pemanfaatan tak penuh (underutilization) naik menjadi 13,2 persen, lanjut badan statistik tersebut.

Kenaikan 37.000 ini merupakan kenaikan tingkat pengangguran kuartalan terbesar sejak pendataan dimulai pada 1986, seperti ditunjukkan badan statistik tersebut.

Kenaikan kuartalan terbesar berikutnya tercatat pada kuartal Juni 2009 saat krisis keuangan global, ketika jumlah pengangguran naik 18.000, papar Stats NZ.

Lebih lanjut, Stats NZ mengatakan bahwa wanita bernasib lebih buruk dibandingkan pria di berbagai ukuran pasar tenaga kerja utama sejak Covid-19 merebak dan langkah-langkah yang berkaitan dengan tingkat kesiagaan epidemi mulai memengaruhi pasar tenaga kerja di Selandia Baru.

“Tingkat pengangguran untuk pria dan wanita meningkat dengan jumlah yang hampir sama selama kuartal tersebut, masing-masing naik 1,2 dan 1,3 poin persentase, tetapi melihat perubahan kuartalan saat ini hanya menunjukkan sebagian dari apa yang terjadi,” ujar Manajer Pasar Tenaga Kerja Selandia Baru Andrew Neal.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here