Biden Unggul di Nevada dan Michigan, Trump Menang Tipis di Georgia

calon presiden dan wakil presiden amerika serikat AS joe biden dan kamala harris.

Indonesiainside.id, Wilmington – Proses penghtingan suara hasil Pilpres Amerika Serikat (AS) berlangsung sengit. Kedua kandidat optimistis menang, meski kandidat penantang diprediksi menang.

Saat ini, surat suara masih dalam penghitungan di ketiga negara bagian, yakni Nevada, Georgia, dan Michigan. Ketiga negara ini masuk wilayah krusial dalam pemilu presiden AS untuk menentukan pemenang.

Joe Biden, memimpin tipis perolehan suara di Nevada, sementara Trump unggul tipis di Georgia, dan Biden telah diproyeksikan menang di Michigan. Namun, petahana Trump masih belum puas.

Tim kampanye pemilihan  presiden AS dari kubu petahana Donald Trump kalah dalam tuntutan mereka terhadap penghitungan suara di Georgia dan Michigan. Pada Kamis (5/11), tim Trump berjanji akan mengajukan gugatan hukum yang baru atas pemungutan suara di Nevada.

Tim kampanye Trump menuduh bahwa telah terjadi penyimpangan dalam pemungutan suara di area Clark dengan penduduk paling banyak di negara bagian Nevada, yang juga termasuk kota Las Vegas.

Dalam sebuah konferensi pers di Las Vegas, mantan Jaksa Umum Nevada Adam Laxalt serta beberapa perwakilan Trump lainnya, termasuk mantan pejabat administrasi di wilayah itu, Richard Grenell, menyampaikan tuduhan tanpa menyertakan bukti pendukung, juga tidak menjawab pertanyaan dari wartawan.

“Kami yakin bahwa para pemilih yang telah meninggal dunia juga telah dihitung suaranya. Kami juga yakin bahwa ada ribuan orang yang suaranya telah dihitung padahal mereka sudah pindah dari area Clark selama terjadi pandemi,” kata Laxalt.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here