Prancis Khawatir Gelombang Kedua Covid-19 Semakin Parah, Menkes Minta Mahasiswa Kedokteran Diterjunkan

Foto aerial suasana sepi Place de l'Etoile dan the Arc de Triomphe di tengah karantina wilayah akibat merebaknya Covid-19 di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Pascal Rossignol/wsj.

Indonesiainside.id, Paris – Pemerintah Prancis mengkhawatirkan hantaman Covid-19 gelombang kedua lebih parah. Saat ini saja, Prancis menderita dengan sapuan Covid-19 yang sudah mencapai 1.601.367 kasus dengan jumlah kasus baru sebanyak 58.046 pada Kamis (5/11).

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran menyebutkan gelombang kedua Covid-19 yang menghantam seluruh wilayah Prancis berpotensi lebih parah dari sebelumnya pada musim semi, jika virus dibiarkan terus menyebar di level saat ini, Kamis (5/11).

Prancis kini sedang berupaya keras melatih lebih banyak tenaga kesehatan. Veran menambahkan mahasiswa kedokteran bisa kembali diterjunkan untuk bala bantuan memerangi Covid-19. Dia tidak ingin menyaksikan jumlah penderita Covid-19 di unit perawatan intensif (ICU) terus bertambah.

“Hari dan pekan berikutnya akan sulit,” kata Veran saat konferensi pers.

Saat ini jumlah keseluruhan kasus Covid-19 di Prancis mencapai 1,6 juta dengan total kematian sebanyak 39.037 jiwa. Seperti Inggris, Prancis juga memberlakukan penguncian wilayah nasional tahap kedua, yang berlangsung sampai akhir November tahun ini.

Warga diperintahkan tetap tinggal di rumah kecuali untuk urusan penting, pekerjaan untuk kepentingan publik dan urusan kesehatan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan jika tak terkendali, risiko yang diakibatkan pandemi di saat gelombang kedua di Prancis ini akan lebih menyulitkan dibandingkan dengan gelombang pertama,

Toko-toko yang tak menjual kebutuhan pokok diperintahkan tutup namun sekolah dan pabrik masih diizinkan melanjutkan kegiatan pada penguncian tahap kedua di Prancis ini. (Aza/Ant)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here