Hamas Minta Biden Hapus Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Seorang bocah Palestina mengibarkan bendera menentang kolonialisme Israel. Foto: PressTV

Indonesiainside.id, Gaza – Kepala Hamas Ismail Haniyeh telah meminta Presiden terpilih AS Joe Biden untuk menarik kembali apa yang disebut “kesepakatan abad ini” atau deal of the century oleh Presiden Donald Trump.

Dalam sebuah pernyataan, Haniyeh meminta pemerintahan Biden untuk menghapus pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan pemindahan kedutaan ke kota suci tersebut. “Kesepakatan abad ini” Trump mengacu pada Yerusalem sebagai ibu kota Israel yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan Israel atas sebagian besar Tepi Barat.

Kebijakan Trump itu mengundang badai kecaman dari Palestina karena menyerukan pembentukan negara Palestina dalam bentuk negara kepulauan yang dihubungkan dengan jembatan dan terowongan.

Haniyeh mendesak Biden untuk mengoreksi jalan kebijakan AS yang tidak adil terhadap rakyat Palestina tersebut. Kesepakatan itu itu juga dicap sebagau kesewenangan AS yang menjadi mitra Israel dalam penindasan dan agresi.

Pemimpin Hamas kemudian menyerukan kepada pemerintah AS yang baru untuk menghormati keinginan rakyat Palestina dan pilihan demokratis mereka. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here