Jepang Umumkan Putra Mahkota Akishino sebagai Ahli Waris Utama Kekaisaran

Kaisar Jepang Naruhito, Permaisuri Masako, Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko menyapa warga saat penampilan publik pertama di Istana Kekaisaran di Tokyo, Jepang.

Indonesiainside.id, Tokyo – Jepang, Minggu (8/11), secara resmi menyatakan Putra Mahkota Akishino sebagai ahli waris utama kekaisaran setelah pada 2019 kakak laki-lakinya, Naruhito, resmi menjadi kaisar karena ayah mereka turun tahta.

“Saya dengan mendalam merenungkan tanggung jawab sebagai Putra Mahkota dan akan melaksanakan tugas saya,” kata Akishino, menurut stasiun penyiaran publik NHK.

Dengan mengenakan jubah berwarna oranye, Akishino memberikan pernyataan itu di depan para hadirin yang sebagian besar mengenakan masker.

Peresmian ditandai dengan serangkaian upacara selama sehari penuh di istana kekaisaran.

Upacara tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada April, namun ditunda karena pandemi virus corona.

Upacara juga disederhanakan pada saat kasus penularan virus di Jepang terus meningkat, meskipun negara itu lolos dari wabah sangat parah yang melanda banyak negara lain.

Menurut undang-undang Jepang, hanya laki-laki yang bisa mewarisi tahta.

Dengan demikian, satu-satunya keturunan Naruhito, yakni Putri Aiko yang berusia 18 tahun, tidak memenuhi syarat sebagai ahli waris.

Upaya untuk mengamandemen undang-undang tersebut surut ketika istri Akishino melahirkan seorang putra, Hisahito, pada 2006.

Akishino, usia 54 tahun, adalah satu dari hanya tiga ahli waris tahta kekaisaran.

Dua ahli waris lainnya adalah Hisahito, 14 tahun, dan Pangeran Hitachi, 84 tahun, adik Kaisar Emeritus Akihito.

Akihito mengundurkan diri tahun lalu. Ia menjadi kaisar pertama Jepang dalam dua abad terakhir ini yang melepaskan tahta.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here