Kantongi 284 Suara Elektoral, Biden dan Kamala Harris Catat Empat Sejarah Baru AS

Presiden terpilih AS Joe Biden (Foto file - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Washington – Presiden terpilih AS Joe Biden mengalahkan petahana Donald Trump pada Sabtu (7/11). Kemenangan Biden mengakhiri kontestasi panas ketika Trump terus berkoar karena tidak menerima proses pengitungan suara yang dianggapnya penuh kecurangan.

Kemenangan Biden sebagaimana diprediksi sebelumnya, terjadi setelah negara bagian Pennsylvania menambah kantong suara elektoral Biden yang tinggal menunggu beberapa suara lagi untuk menggenapi 270 delegasi Electoral College. Faktanya, kemenangan Biden di Pennsylvania membuat suaranya melambung dengan melampaui 270 delegasi Electoral College yang diperlukan untuk mengklaim Gedung Putih. Demikian dilaporkan The Associated Press dan organisasi berita lainnya, dilansir Anadolu Agency.

Biden sekarang berdiri di 284 delegasi, bahkan ketika negara bagian Georgia, North Carolina, Nevada, dan Alaska tetap menonjol beberapa hari setelah pemilihan presiden Selasa.

Kemenangan Biden mencatat dua sejarah secara bersamaan bagi Amerika Serikat. Pertama, kemenangan Biden menjadikan Trump sebagai presiden dengan masa jabatan satu periode, yang merupakan pertama kalinya dalam hampir tiga dekade. Meski Trump juga berjanji untuk mengajukan gugatan hukum terhadap total suara di beberapa negara bagian.

Kedua, kemenangan Biden juga mengukir sejarah dengan pasangannya, Senator Kamala Harris, yang sekarang akan menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai wakil presiden AS.

Ketiga, kemenangan Biden juga menjadi sejarah AS dengan terpilihnya Kamala Harris sebagai wapres AS pertama dari kulit hitam, dan keempat sebagai orang pertama keturunan Asia India. (Aza/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here