Memburuk di Bawah Trump, Kuba dan Venezuela Sambut Harapan Baru Bersama Biden

Capres AS Joe Biden menyapa pendukungnya usai pengumuman kemenangan dirinya di Pilpres AS oleh media, Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11/2020). Foto: Antara

Indonesiainside.id, Bogota – Hubungan dua negara, Kuba dan Venezuela, dengan Amerika Serikat (AS) sempat memburuk di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Namun, melalui hasil Pemilu AS, Kuba dan Venezuela punya harapan baru atas kemenangan Joe Biden yang mengalahkan Trump di Pilpres AS.

Bukan hanya Kuba dan Venezuela. Sebelumnya, pejabat senior dan pejuang Palestina juga merayakan kekalahan Trump. Di bawah penguasa AS satu periode pertama sejak 30 tahun itu, Palestina mengalami banyak kerugian dan kesewenangan atas kebijakan Trump. Utusan khusus Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Shaath, mengatakan bahwa pemerintahan Trump adalah yang terburuk bagi rakyat Palestina.

Palestina, Kuba, dan Venezuela sama. Baik pemimpin Kuba maupun Venezuela percaya bahwa kemenangan Joe Biden dalam pemilihan presiden AS akan mengantarkan era baru hubungan dengan Washington.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa AS telah memilih arah baru dalam pemilihan presiden. “Kami percaya pada kemungkinan memiliki hubungan bilateral yang konstruktif sambil menghormati perbedaan kami,” katanya di Twitter.

Setelah Presiden Barack Obama menjalin kembali hubungan diplomatik dengan negara Karibia, Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan dan memberlakukan sanksi keuangan yang keras dan pembatasan perjalanan baru di negara itu.

Dari Venezuela, Presiden Nicolas Maduro juga mengucapkan selamat kepada Presiden Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris yang baru terpilih. Maduor menyatakan kesediaannya terlibat dalam dialog dengan AS.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here