Produsen Raksasa Produk Pengintai China Diawasi karena Susupkan Kode Pengawasan Muslim Uighur

Ilustrasi kamera CCTV

Indonesiainside.id, Jakarta – Produsen raksasa produk surveilance China yang tengah membidik pasar Amerika kini diawasi ketat oleh otoritas setempat setelah seorang peneliti menemukan kode perangkat lunak dengan kecerdasan buatan yang mengumpulkan informasi profil etnis minoritas Muslim Uighur.

Zhejiang Dahua Technology, nama pabrikan itu, masuk dalam daftar black list perusahaan AI asal China yang dilarang mengimpor teknologi AS karena peran sertanya memata-matai minoritas Muslim di wilayah Xinjiang.

Meskipun demikian, Dahua telah mendorong ekspansi di AS tahun ini, dengan upaya melakukan rebranding bulan lalu dan kesepakatan dengan Amazon pada bulan April 2020.

“Salah satu fungsi kode pengenalan AI yang disematkan dalam produk kamera video pengawasan buatan Dahua, mencakup upaya mengenali orang dan atribut terkait Uighur,” kata insinyur keamanan perangkat lunak Serge Bazanski, juga dikenal sebagai q3k, yang membuat penemuan tersebut dilansir SCMP, Senin(9/11).

Karakteristik yang dapat diidentifikasi dalam kode tersebut termasuk soal etnis, dengan Uygur sebagai satu-satunya etnis yang diklasifikasikan berdasarkan nama.

Saat ditanya soal keberadaan kode itu, pihak Dahua membantah bahwa kode itu memiliki kemampuan mengidentifikasi orang berdasarkan etnis.

“Dahua Technology tidak menjual produk yang menampilkan fungsi pengenalan yang berfokus pada etnis,” kata perusahaan menanggapi melalui email.

Meskipun kode itu mungkin belum masuk dalam opsi paket penjualan, bersifat open source dan tersedia gratis secara online sebagai software development kit (SDK). Petunjuk manual perangkat lunak menjelaskan bahwa software development kit (SDK) dapat digunakan untuk menulis perangkat lunak yang dapat berinteraksi dengan produk pengawasan Dahua, termasuk kamera.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here