Australia Hadapi Gelombang Kedua Kasus Kesehatan Mental Akibat Covid-19

Indonesiainside.id, Canberra – Seorang psikiater terkemuka Australia memperingatkan bahwa Negeri Kanguru itu tengah menghadapi gelombang kedua kasus kesehatan mental terkait coronavirus.

Patrick McGorry, yang dinobatkan sebagai Australian of the Year pada 2010 atas jasanya di bidang kesehatan mental remaja, menulis dalam sebuah editorial di Medical Journal of Australia pada Senin (9/11) bahwa Australia tidak mengambil langkah persiapan untuk merespons dampak pandemi terhadap kesehatan mental.

Saat gelombang kedua infeksi Covid-19 di Australia mereda, McGorry memperingatkan bahwa negara itu akan menghadapi “kurva kedua dari penyakit mental dan bunuh diri” yang akan didorong oleh kaum marginal dan kurang beruntung, wanita, anak muda serta warga pengangguran Australia.

“Ini (gelombang kedua kesehatan mental) sekarang jelas sudah tiba,” tulis McGorry, direktur eksekutif badan kesehatan mental remaja Orygen, Selasa(10/11) dilansir Xinhua.

“Kapasitas sistem kesehatan mental, bahkan sebelum Covid-19, belum memadai untuk merespons permintaan. Sistem itu kini diharapkan dapat menanggapi lonjakan kebutuhan akan perawatan kesehatan mental,” tulisnya.

Dia meminta pemerintah daerah untuk melakukan perombakan sistem kesehatan mental dengan fokus baru terhadap jaringan perawatan yang berpusat pada komunitas alih-alih jaringan rumah sakit saat ini.

“Kita bersedia mengubah masyarakat dan kehidupan kita secara drastis untuk meratakan kurva Covid-19,” tulis McGorry. “Komitmen yang sama saat ini dibutuhkan untuk meratakan kurva kesehatan mental.”

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here