Polisi Arab Saudi Melakukan Perburuan Besar-Besaran Atas Pelaku Teror di Jeddah

Gubernur Jeddah menengok seorang pegawai konsulat Yunani yang terluka dalam ledakan di sebuah pemakaman di Jeddah. Foto: SPA

Indonesiainside.id, Jakarta – Polisi Saudi melakukan pengejaran pelaku pengeboman dalam peristiwa yang menargetkan diplomat asing saat menghadiri upacara berakhirnya Perang Dunia I di Jeddah.

Sedikitnya dua orang terluka ketika bom itu meledak di pemakaman Khawajat dalam pidato konsul Prancis pada acara memperingati gencatan senjata, yang menandai berakhirnya Perang Dunia I.

“Di akhir pidato kami mendengar ledakan. Awalnya kami tidak begitu memahaminya, tetapi kami kemudian menyadari bahwa kami adalah targetnya, ”kata saksi mata Nadia Chaaya kepada televisi Prancis. Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua.

Seorang petugas polisi Saudi dan seorang polisi Yunani yang tinggal di Kerajaan menderita luka ringan akibat ledakan itu. Pasukan keamanan Saudi segera menutup tempat kejadian dan memblokir jalan menuju pemakaman tepat di selatan pusat kota saat penyelidikan dimulai.

Otoritas wilayah Makkah menggambarkan serangan itu sebagai “pengecut” dan “tidak berhasil,” dan mengatakan bahwa seorang karyawan konsulat Yunani dan seorang petugas keamanan Saudi terluka selama upacara Hari Peringatan yang diadakan oleh konsulat Prancis di Jeddah.

Sumber pemerintah Saudi mengatakan kepada Arab News bahwa insiden tersebut sedang diselidiki dan laporan akan segera dikeluarkan.

Pemakaman tempat ledakan terjadi terletak di selatan kota dekat pusat kota Jeddah. Pengawasan pemakaman non-muslim itu dilakukan secara bergilir setiap tahun antara konsulat Barat.

“Upacara tahunan untuk memperingati akhir Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, dihadiri oleh beberapa konsulat, termasuk dari Prancis, menjadi sasaran serangan IED [alat peledak improvisasi] pagi ini, yang melukai beberapa orang, “Kata kementerian luar negeri Prancis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here