Virus Corona Masih Mengamuk di Amerika Serikat, Rata-rata 150.000 Kasus Per Hari

Seorang staf melayani pelanggan di luar gerai Apple Store di Fifth Avenue, New York City, Amerika Serikat, Rabu (17/6). Xinhua/Wang Ying

Indonesiainside.id, Brasilia – Kasus COVID-19 masih mengganas di benua Amerika, dengan rata-rata 150.000 kasus per hari pekan lalu, menurut kantor regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (11/11).

Amerika Serikat terus memecahkan rekor jumlah kasus, sementara wilayah Kanada dan sejumlah negara bagian di Meksiko, termasuk  ibu kota, mengalami lonjakan kasus, demikian diungkapkan Organisasi Kesehatan Pan-Amerika (PAHO).

AS menjadi negara pertama di dunia yang melaporkan 10 juta infeksi COVID-19, menurut hitungan Reuters, saat gelombang ketiga virus corona meningkat di seluruh negeri.

Keadaan di negara-negara lain di benua Amerika lebih baik. Argentina, Kosta Rika, dan Jamaika berhasil menekan wabah dengan pelacakan kontak yang efektif, dan sebagian besar negara Karibia mampu menghindari lonjakan kasus dengan bertindak cepat, kata Asisten Direktur PAHO,Jarbas Barbosa.

Eropa menjadi contoh peringatan mengenai bahaya kemunculan kembali virus corona ketika langkah pembatasan terlalu cepat diakhiri, katanya.

Amerika Tengah mengalami penurunan secara stabil kasus COVID-19 berkat langkah pengendalian yang lebih baik, menurut direktur PAHO.

Chile, Paraguay, serta Uruguay mencatat kurva datar, sementara kasus COVID-19 di Argentina menurun berkat koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dan federal, lanjutnya.

Sistem pengawasan epidemi Chile yang efektif memungkinkan negara itu bangkit kembali setelah lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya awal tahun ini, kata Barbosa.

Di Kuba dan Kosta Rika, sistem perawatan kesehatan universal memastikan bahwa pandemi COVID-19 tidak pernah lepas dari kontrol, katanya. (ant/msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here