Amnesti Internasional Sebut Macron Gandakan Kampanye Kotor terhadap Muslim Prancis

Pengunjuk rasa melakukan aksi boikot Presiden Prancis Emmanuel Macron di kawasan Nol Kilometer Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (30/10/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/wsj.

Indonesiainside.id, Ankara – Amnesti International menyatakan bahwa Presiden Prancis Emmanuel Macron dan pemerintahnya menggandakan kampanye kotor terhadap Muslim Prancis atas pembunuhan Samuel Paty, seorang guru Prancis yang dibunuh secara brutal pada pertengahan Oktober.

“(Mereka) melancarkan serangan dengan cara mereka sendiri terhadap kebebasan berekspresi,” kata Marco Pirolini, seorang peneliti kelompok hak asasi. Menurut dia, kebebasan berekspresi tidak berarti apa-apa kecuali berlaku untuk semua orang.

Pirolini, mengutip insiden baru-baru ini seperti interogasi selama berjam-jam oleh polisi Prancis terhadap empat anak berusia 10 tahun atas dugaan “permintaan maaf atas terorisme.” Dia mengatakan, pemerintah Prancis “tidak mendukung kebebasan berbicara.” Dia juga mengkritik retorika pemerintah baru-baru ini sebagai “kemunafikan yang memalukan.”

“Retorika pemerintah Prancis tentang kebebasan berbicara tidak cukup untuk menyembunyikan kemunafikannya sendiri yang tidak tahu malu,” katanya.

Dia juga merujuk pada putusan pengadilan terhadap dua pria atas “penghinaan” karena telah membakar patung yang menggambarkan Macron selama protes damai, serta memprotes RUU yang sedang dibahas di parlemen yang akan mengkriminalisasi penggunaan gambar pejabat penegak hukum di media sosial.

“Sulit untuk menyamakan ini dengan pembelaan yang kuat dari otoritas Prancis atas hak untuk menggambarkan Nabi Muhammad dalam kartun.”

Dia menekankan bahwa kebebasan berekspresi dan beragama bagi Muslim mendapat sedikit perhatian di Prancis dengan kedok universalisme Republik itu. Atas nama sekularisme, Muslim di Prancis dilarang memakai simbol atau pakaian agama di sekolah dan pekerjaan sektor publik.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here