Pemberontak Yaman akan Melepaskan 301 Tahanan

milisi pemberontak Syiah al Houthi yang didukung Iran

Indonesiainside.id, Aden–Pemberontak Houthi di Yaman mengatakan pada Minggu bahwa 200 tawanan akan dibebaskan oleh pemerintah, sementara kelompok itu akan membebaskan 101 selama negosiasi pertukaran tahanan di Yordania. Adik Presiden juga akan dibebaskan dalam pembicaraan Yordania.

Abdul Qader al-Murtaza, kepala Urusan Tawanan Houthi, mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi Al-Masirah, milik pemberontak bahwa pemberontak juga akan membebaskan saudara laki-laki presiden, Nasser Mansour Hadi, selama pembicaraan hari Kamis di Yordania.  Al-Murtaza mengatakan pemerintah Riyadh juga harus berpartisipasi dalam negosiasi untuk pembebasan tahanan Arab Saudi yang ditahan oleh pemberontak.

Ia juga mendesak Uni Emirat Arab (UEA) untuk bergabung dalam pembicaraan karena adanya kekuatan militer di Yaman.  Pemberontak mengaku belum siap untuk membebaskan semua tahanan, dan tali ada di tangan Arab Saudi terkait masalah ini, kata al-Murtaza.

Pemerintah Yaman belum mengomentari masalah tersebut.  Pemerintah Yaman dan Houthi membebaskan 1.061 tawanan pada 15-16 Oktober dalam pertukaran tahanan terbesar sejak 2014.

Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara, termasuk ibu kota, Sana’a. Krisis meningkat pada tahun 2015 ketika koalisi pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara yang bertujuan untuk menggulung kembali keuntungan teritorial Houthi.

Lebih dari 100.000 orang Yaman, termasuk warga sipil, diyakini telah tewas dalam konflik tersebut, yang menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan jutaan orang berisiko kelaparan. (NE/AA)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here