Donald Trump: Aku Tidak akan Mengakui Apa Pun!

Donald Trump
Presiden Amerika Donald Trump. foto: istimewa

Indonesiainside.id, Jakarta – Donald Trump membatalkan sejumlah tuntutan hukum terhadap hasil pemilu di Pennsylvania, setelah kegagalan meraup suara di negara bagian itu berturut-turut. Namun Trump tetap menuding Pemilu di AS mencuranginya.

Pengacara Presiden Donald Trump mengajukan amandemen gugatan pada 15 November, menarik tuntutan bahwa pemilih Pennsylvania melanggar hak konstitusional kampanye Trump dengan membatasi pengamat mereka dari pemantauan penghitungan suara. Trump dan Rudolph W. Giuliani, pengacara pribadinya, berulang kali menuduh lebih dari 600.000 suara di Philadelphia dan Pittsburgh Pennsylvania tidak sah karena masalah tersebut.

Gugatan Trump di Pennsylvania sekarang hanya berfokus pada tuduhan bahwa Partai Republik dirugikan karena beberapa wilayah yang condong ke Demokrat mengizinkan pemilih untuk memperbaiki kesalahan pada surat suara mereka yang masuk. Namun negara bagian ini menyatakan hal itu hanya mempengaruhi sejumlah kecil suara.

Menurut Cliff Levine, pengacara yang mewakili Partai Demokrat, langkah terbaru Trump menunjukkan bahwa gugatan di sini tidak akan mengubah hasil penghitungan suara.

“Mereka hanya menyebut beberapa suara sekarang,” kata Levine. “Sama sekali tidak ada hubungannya dengan total suara Joe Biden atau kemenangan atas Donald Trump.”

Kathy Boockvar, Politisi Demokrat dari Pennsylvania, kemudian mengajukan petisi kepada pengadilan untuk menghentikan kasus tersebut.

Kampanye hukum yang dilakukan Trump berturut-turut mengalami kegagalan pascapemilihan, Ia menuduh kemenangan Biden penipuan tetapi gagal memberikan bukti konklusif. Banyak keluhan telah diajukan, tetapi tidak ada surat suara yang diidentifikasi sebagai tidak valid.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here