Penjajah Israel Bangun Pos Terdepan dengan Tujuan Diubah Jadi Pemukiman di Tepi Barat

Ilustrasi: Sejumlah bangunan yang dibangun pemukim Israel (Foto file - Anadolu Agency)

Indonesiainside.id, Ramallah – Pejabat Palestina mengatakan pada Rabu bahwa pemukim Israel berusaha untuk membangun lebih dari 15 pos terdepan di sejumlah area terpisah di Tepi Barat selama tiga bulan terakhir.

Walid Assaf, kepala Komisi Penjajahan dan Perlawanan Tembok, menjelaskan kepada Anadolu Agency bahwa warga Palestina menggagalkan sebagian besar upaya untuk membangun pos terdepan dengan tujuan akhir untuk mengubahnya menjadi pemukiman ilegal.

“Lebih dari 15 pos terdepan telah didirikan dalam tiga bulan terakhir, beberapa di antaranya telah dibongkar,” kata Assaf.

Assaf mengungkapkan para pemukim baru-baru ini pindah untuk mendirikan pos mereka di daerah-daerah yang dianggap Israel sebagai “tanah pemerintah”.

Dia mencontohkan bahwa upaya terakhir dilakukan pada Selasa, ketika para pemukim menyerbu dua lokasi di Tepi Barat, salah satunya adalah kamp tentara yang berubah menjadi permukiman di Desa Sanur, di selatan Kota Jenin, sedangkan situs lainnya terletak di dekat Betlehem.

Assaf menyatakan bahwa situs pertama disebut Tarsala, yang digunakan oleh tentara pendudukan Israel dan pemukim mereka sebelum ditarik dari sana pada 2005, sejalan dengan penarikan sepihak dari Jalur Gaza.

Sedangkan untuk situs kedua, menurut dia, terletak di Kota Battir, sebelah barat Betlehem, tempat para pemukim mendirikan tenda beberapa minggu lalu.

Penduduk setempat telah memaksa para pemukim untuk membongkarnya, tapi pada Selasa, mereka membangunnya kembali.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here