Gereja Katolik Filipina Larang Nyanyian Lagu Natal Akibat Pandemi

Virus Covid-19

Indonesiainside.id, Jakarta – Pejabat Gereja Katolik di Manila pada Kamis melarang kegiatan lagu Natal untuk paroki akibat pandemi.

Kepala gereja Apostolik Manila Uskup Broderick Pabillo mengatakan gereja-gereja di keuskupan agung telah diberitahu untuk tidak menyelenggarakan kegiatan semacam itu selama wabah Covid-19 sebab virus dapat dengan mudah menular melalui nyanyian.

“Kami telah menginstruksikan paroki kami untuk tidak mengadakan pesta pora,” kata dia dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Philippine News Agency.

Langkah serupa juga didukung oleh Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Filipina-Komite Tetap Urusan Publik (CBCP-PCPA) Fr. Jerome Secillano.

Secillano larangan tersebut dilakukan untuk mengekang penyebaran penyakit virus korona.

Dia mengatakan hal itu akan melindungi masyarakat dan anggota paduan suara karena dari penularan virus Covid-19.

Lagu-lagu Natal adalah bagian dari tradisi orang Filipina selama musim liburan, di mana mereka menyemarakkan natal dengan bernyanyi bersama keluarga di rumah.

Selain itu, para peserta mengenakan kostum warna-warni yang menandakan perayaan tersebut.

Pada 9 November lalu, otoritas Kesehatan Filipina mengimbau warganya untuk tidak bernyanyi dengan suara keras di masa musim libur Natal, demi menghindari penularan Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Maria Rosario Vergeire mengatakan menurut hasil riset, nyanyian keras dapat meningkatkan penyebaran Covid-19.

“Riset yang dirilis sepekan terakhir menyatakan bahwa bernyanyi dengan suara keras adalah aktivitas teratas yang dapat menyebarkan lebih banyak virus,” ujar Vergeire.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here