PBB Kecam Penangkapan dan Pemulangan Paksa Enam Guru Turki di Kosovo

Indonesiainside.id, Stockholm – The United Nations Working Group on Arbitrary Detention (WGAD) atau Kelompok Kerja PBB untuk Penahanan Sewenang-wenang (WGAD) mengecam keras penangkapan, penahanan, dan pemindahan paksa enam guru Turki oleh Kosovar dan agen negara Turki di Kosovo pada 29 Maret 2018. Lembaga internasional itu menilai tindakan tersebut adalah kesewenang-wenangan dan melanggar norma hak asasi manusia internasional.

Kahraman Demirez, Mustafa Erdem, Hasan Hüseyin Günakan, Yusuf Karabina, Osman Karakaya dan Cihan Özkan ditangkap di Kosovo atas permintaan Turki pada Maret 2018 karena dihubungkan dengan Ulama Fethullah Gulen. Mereka kemudian dibawa paksa kembali Turki dengan operasi intelijen dimana mereka menghadapi ancaman pelanggaran HAM dan peradilan yang dikendalikan pemerintah.

“Perampasan kemerdekaan oleh otoritas Kosovar dan Turki atas enam warga negara Turki bertentangan dengan hak atas kesetaraan dan non-diskriminasi, hak untuk hidup, kebebasan dan keamanan, hak atas pemulihan yang efektif, hak untuk bebas dari penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, hak atas pengadilan yang adil dan hak kebebasan berpendapat dan berekspresi,” kata juru bicara WGAD dalam pernyataan dilansir laman Stockholm.org, dikutip Ahad(22/11).

Kelompok kerja PBB itu meminta Ankara untuk segera membebaskan enam orang tersebut dan pemerintah Turki dan Kosovar untuk memberikan para korban kompensasi dan pemulihan hak lainnya sesuai dengan hukum internasional.

“Dalam konteks pandemi penyakit virus corona global (COVID-19) saat ini dan ancaman yang ditimbulkannya di tempat-tempat penahanan, Kelompok Kerja menyerukan kepada Pemerintah Turki untuk mengambil tindakan segera guna memastikan pembebasan segera enam orang tersebut,” dalam pernyataan pers WGAD.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here